Jakarta – Teknologi saat ini telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia, termasuk dalam cara manusia bersosialisasi. Dahulu, manusia bersosialisasi secara langsung melalui pertemuan tatap muka dan saling berbicara satu sama lain secara langsung. Namun, dengan berkembangnya teknologi, cara bersosialisasi manusia juga ikut berubah.
Saat ini, manusia dapat bersosialisasi melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan manusia untuk berhubungan dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia tanpa harus bertemu tatap muka secara langsung. Dalam beberapa kasus, teknologi juga memungkinkan orang yang sama sekali tidak saling kenal untuk dapat bersosialisasi dan bahkan terlibat dalam hubungan bisnis.
Salah satu dampak positif dari teknologi dalam cara manusia bersosialisasi adalah meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Dalam berinteraksi melalui media sosial, manusia dituntut untuk menulis dengan jelas dan lebih teratur. Oleh karena itu, orang yang pemalu atau susah bergaul secara langsung dapat lebih mudah memulai interaksi dengan orang lain melalui media sosial.
Namun di sisi lain, teknologi juga dapat membawa dampak negatif dalam cara manusia bersosialisasi. Pelaku bullying atau mengganggu orang lain secara online semakin mudah dilakukan dan seringkali menyebabkan orang yang diperdaya merasa terintimidasi dan kehilangan kepercayaan diri.
Selain itu, dengan semakin mengandalkan teknologi, manusia dapat kehilangan kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang sehat secara langsung. Terkadang, seseorang mungkin merasa lebih nyaman berinteraksi melalui media sosial daripada secara langsung dengan orang lain.
Seperti halnya yang terdapat pada teknologi coding. Teknologi coding telah menjadi salah satu teknologi yang sangat mempengaruhi cara manusia dalam bersosialisasi. Teknologi coding dapat memberikan kemudahan bagi manusia dalam melakukan berbagai aktivitas yang memerlukan interaksi antara manusia dan teknologi. Salah satu contoh aktivitas yang menggunakan teknologi coding dalam bersosialisasi adalah aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Telegram, dan lain sebagainya.
Kemudian scratch juga termasuk dalam pemrograman visual teknologi coding yang memungkinkan anak untuk belajar membuat program secara sederhana. Tidak hanya cocok untuk anak-anak atau pemula yang belajar pemrograman, scratch juga dapat digunakan oleh para profesional dalam membuat aplikasi atau game sederhana. Scratch sangat cocok bagi pengguna yang baru belajar pemrograman atau orang yang ingin membuat aplikasi sederhana dalam waktu yang singkat. Kelebihan platform ini adalah antarmuka yang mudah digunakan, fitur yang kaya, dan sumber daya yang banyak.
Robologee menyediakan berbagai kelas coding kepada anak-anak dan remaja untuk mempelajari keterampilan teknologi. Kelas coding di Robologee dilaksanakan dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Anak-anak akan menikmati belajar melalui video-pembelajaran, kuis interaktif, proyek-proyek kreatif, dan kasus studi di dunia nyata. Mereka juga akan mendapatkan bantuan dari mentor yang berpengalaman dan ramah untuk membantu mereka mengatasi tantangan saat belajar pemrograman.
Tidak hanya itu, kelas ini juga memberikan kesempatan kepada anak untuk berpetualang dalam mempelajari dasar-dasar pemrograman dan teknologi secara kreatif. Anak-anak akan belajar membuat aplikasi, animasi, dan permainan interaktif dengan mudah melalui platform scratch

